{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreifmpj2ymzag2fvbcuopeuqgjr6uqrfcgwbs6mwxw3ea22sji5gzie",
    "uri": "at://did:plc:n3mgwv6dbsu733xhxks22bvc/app.bsky.feed.post/3mj5e2ww52ui2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreiezxpf3kvp3mkqnrdullaafx6qfmdcicfydhcr6e7tbrtg4siugsa"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 73494
  },
  "path": "/04/serangga-penyerbuk-dilepas-harapan-baru-untuk-masa-depan-sawit-indonesia/",
  "publishedAt": "2026-04-10T11:38:04.000Z",
  "site": "https://vivaborneo.com",
  "tags": [
    "Nusantara"
  ],
  "textContent": "SIMALUNGUN – Lebih dari empat dekade lalu, sebuah langkah kecil dalam dunia serangga mengubah wajah industri kelapa sawit Indonesia. Pada tahun 1982, introduksi serangga penyerbuk menjadi titik balik yang mendorong lonjakan produktivitas secara signifikan. Sejarah itu seperti menemukan babak barunya. Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Marihat, tiga pendatang baru dari Tanzania resmi diperkenalkan […]",
  "title": "Serangga Penyerbuk Dilepas, Harapan Baru untuk Masa Depan Sawit Indonesia"
}