{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreicr3s7mp5l54xutct5axtmpz237a2fsyamzjhzlq5hnhge7teraky",
"uri": "at://did:plc:n3mgwv6dbsu733xhxks22bvc/app.bsky.feed.post/3mgyucoh2xyo2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreifcybudr2pc26oig2qr7kiazkw5gicayp3xt4uufnytrxdxetic4i"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 33426
},
"path": "/03/antara-etika-publik-dan-kemewahan-kuda-besi/",
"publishedAt": "2026-03-14T02:34:55.000Z",
"site": "https://vivaborneo.com",
"tags": [
"Opini"
],
"textContent": "Catatan Rusdiansyah Aras PERSOALAN kendaraan dinas bagi pejabat publik di Kalimantan Timur mendadak jadi sorotan tajam. Bukan karena fungsinya sebagai penunjang operasional, melainkan karena angka-angka fantastis di balik pengadaannya yang memicu kegaduhan di ruang publik. Kita melihat rentetan angka yang cukup mencengangkan: mulai dari mobil dinas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar, disusul mobil […]",
"title": "Antara Etika Publik dan Kemewahan “Kuda Besi”"
}