{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreie6lv2jo2oox3dliqoi6gs73bt7zoauixyg3gaa7mvczix6syjjqm",
    "uri": "at://did:plc:n3mgwv6dbsu733xhxks22bvc/app.bsky.feed.post/3me5juqddr7m2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreig6vlwzdp634ze74qsxm7f5zqp3oft6hslrfxf6y4o225asqqg5ru"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 23517
  },
  "path": "/02/mudah-lupa-dan-sulit-fokus-bisa-jadi-tanda-stres/",
  "publishedAt": "2026-02-05T08:01:22.000Z",
  "site": "https://vivaborneo.com",
  "tags": [
    "Serba-Serbi"
  ],
  "textContent": "Samarinda — Lupa naruh barang, sulit fokus saat membaca, atau merasa otak “lemot” sering dianggap kurang tidur atau kebanyakan main gawai. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan, stres berkepanjangan dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk daya ingat, konsentrasi, dan kecepatan berpikir kondisi yang kerap disebut sebagai brain fog. Secara ilmiah, stres memicu pelepasan hormon kortisol. Dalam kadar tinggi […]",
  "title": "Mudah Lupa dan Sulit Fokus Bisa Jadi Tanda Stres"
}