{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreienk4ckxbj6yc77vbqlnk34tzdl5fqbw2l5w2btemxfidp2seyhcu",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mp3vm7lop232"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreiaqgxfvgzrc7qei526i76lpnkecnablk3on4fsmwsb5op3r5j56oa"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 60092
},
"path": "/read/1721253/43/mengapa-negara-negara-arab-khawatir-kesepakatan-iran-jadi-titik-balik-yang-membawa-bencana-1782342419",
"publishedAt": "2026-06-25T06:30:30.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Timur Tengah"
],
"textContent": "Selama beberapa dekade, para pemimpin negara-negara Arab di Teluk memandang hubungan mereka dengan Amerika Serikat sebagai kemitraan strategis. Donald Trump sering melihatnya secara berbeda.",
"title": "Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?"
}