{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreigwhlmydk5bfjs2f3hk3sxc566fp45k3k77oraiteebsafje6v25i",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mokpe2smhvy2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreihujbm4avtiqsnbbif7fmelxy7csfhgeixkx7heshq6p7w4aqs4hy"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 41838
},
"path": "/read/1718985/42/trump-bela-kesepakatan-iran-orang-orang-dungu-itu-iri-orang-jahat-atau-bodoh-1781777195",
"publishedAt": "2026-06-18T10:39:06.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Amerika"
],
"textContent": "Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak kritik bahwa ia gagal mengambil sikap yang cukup keras terhadap Iran. Dia menunjuk pada kenaikan pasar saham yang memecahkan rekor dan penurunan harga minyak sebagai bukti bahwa pendekatannya berhasil.",
"title": "Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh"
}