{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreifm2ytg5g3v5r72wusm2njyr3nb22lfrcmb67pr2f6l55ztz3ltny",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mocjs2ezc762"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreidb5eczfv4jinvmi5h7qm3gnosfjtublgk2wmi5vn7dubmhr7im2q"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 83836
  },
  "path": "/read/1717735/183/kasus-mobil-listrik-meledak-tinggi-ahli-otomotif-angkat-bicara-1781496362",
  "publishedAt": "2026-06-15T04:51:18.000Z",
  "site": "https://otomotif.sindonews.com",
  "tags": [
    "Otomotif",
    "Rest Area"
  ],
  "textContent": "Kecenderungan konsumen untuk berbagi pengalaman negatif yang berkaitan dengan merek-merek besar secara tidak sengaja telah menciptakan ilusi visual. Seiring waktu, hal ini menyebabkan publik percaya bahwa mobil dari merek-merek terkenal lebih sering terlibat dalam kecelakaan, padahal kenyataannya, tingkat kegagalan di antara produsen mobil besar sekarang sebanding",
  "title": "Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara"
}