{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreia5hroqnqivaklprw6nbgvr4gmhsqdcizhvsmbxq43snig3hhrg7i",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mnar7svjm4g2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreifkaiuq23pzbvxrljp3nmkasttpxmd76opdkpfgwtwjzsko4nhmkm"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 76714
  },
  "path": "/read/1712793/41/3-fakta-robot-ukraina-yang-membunuh-ribuan-tentara-rusia-1780297583",
  "publishedAt": "2026-06-01T18:10:10.000Z",
  "site": "https://international.sindonews.com",
  "tags": [
    "International",
    "Eropa"
  ],
  "textContent": "Perang Ukraina melawan Rusia semakin banyak dilakukan oleh mesin daripada tentara di medan perang. Jauh dari garis depan, para komandan yang pernah bertempur dalam beberapa pertempuran paling berdarah dalam perang tersebut kini mengarahkan serangan melalui layar, siaran langsung, dan drone, alih-alih memimpin pasukan ke medan pertempuran.",
  "title": "3 Fakta Robot Ukraina yang Membunuh Ribuan Tentara Rusia"
}