{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreihkqyrffyifablfvo3wyswg4lxj6zjakverq22gayffjgogehc7b4",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mmtr4ihax5l2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreia3jdwoipqw2bpsfci5rdy76lu5pi4twiqgodwngbmb27ybd35mq4"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 47098
},
"path": "/read/1711385/42/mengapa-trump-hanya-raih-kemenangan-politik-bukan-militer-1779887104",
"publishedAt": "2026-05-27T14:35:35.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Amerika"
],
"textContent": "Presiden AS menginginkan kesepakatan damai dengan Iran yang memungkinkannya untuk mendapatkan cukup pujian sehingga tampak seperti kemenangan. Itu diungkapkan analis Paul Musgrave dari Universitas Georgetown, Qatar.",
"title": "Mengapa Trump Hanya Raih Kemenangan Politik, Bukan Militer?"
}