{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreie446vwtzsymicfmtqcv5izbtogimpqtgah7acsczy7ygrtwxpv4e",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mmgke5kjyep2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreic4iitczs2d6lm4qsxdey4vlekcjjd5wmur3vbnu7jwimofcblk7m"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 28148
  },
  "path": "/read/1709595/18/jkn-di-ujung-tanduk-risiko-gagal-bayar-yang-tidak-boleh-dibiarkan-1779437156",
  "publishedAt": "2026-05-22T08:10:51.000Z",
  "site": "https://nasional.sindonews.com",
  "tags": [
    "Nasional",
    "Opini"
  ],
  "textContent": "Keberlanjutan program JKN bukan sekadar urusan kementerian/lembaga, aktuaria, dan neraca keuangan semata, tapi juga harapan seluruh warga yang menjadi peserta.",
  "title": "JKN di Ujung Tanduk: Risiko Gagal Bayar yang Tidak Boleh Dibiarkan"
}