{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreiek5jqybx32vttj56kojbrgktrsu3zgbc6eaauteqbde26olmp7gq",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mmeny42r6uv2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreiadq6q3w7duz2yqp67qzojyhu7cwaqi5ed4fjxf75koa3rstxggde"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 88631
},
"path": "/read/1709349/41/fao-peringatkan-penutupan-selat-hormuz-bisa-picu-krisis-harga-pangan-global-dalam-setahun-1779365113",
"publishedAt": "2026-05-21T13:24:35.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Eropa"
],
"textContent": "Penutupan Selat Hormuz dapat memicu krisis harga pangan global yang parah dalam waktu enam hingga 12 bulan. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan hal itu pada hari Rabu (21/5/2026).",
"title": "FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun"
}