{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreidchhilb7im7bkwqukh55jb3uv7w5pvfllca5ib4tyamlzcexi4z4",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mlgbh744gt52"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreidviyko7ewtinehalkaje2nrsjlkmw3gal4b763njcwhqm7penl4q"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 41885
},
"path": "/read/1705005/43/pakar-ini-sebut-iran-lebih-sabar-dan-berpengalaman-dalam-negosiasi-dibandingkan-as-1778321140",
"publishedAt": "2026-05-09T11:20:20.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Timur Tengah"
],
"textContent": "Mohamad Elmasry, seorang profesor di Institut Doha, mengatakan penundaan Iran dalam menanggapi proposal AS untuk kesepakatan sementara guna mengakhiri konflik di Timur Tengah mungkin disebabkan oleh beberapa alasan.",
"title": "Pakar Ini Sebut Iran Lebih Sabar dan Berpengalaman dalam Negosiasi Dibandingkan AS"
}