{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreib3cewx7a6govfjpfczspxcexy3fuvizmogozj3gnmx2lptb2ow5i",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3ml7dy7s6roc2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreihb6iq77p3uf2sliqaganixcuv74c3qdlrvzyqpjcrkyt6rbi3xwi"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 56665
},
"path": "/read/1703681/43/5-alasan-as-hentikan-operasi-epic-fury-salah-satunya-selat-hormuz-ingin-kembali-normal-1778022359",
"publishedAt": "2026-05-06T18:10:10.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Timur Tengah"
],
"textContent": "Operasi Epic Fury kini menjadi Operasi Economic Fury dan Amerika Serikat telah beralih ke program yang diumumkan presiden AS pada hari Minggu yakni Proyek Kebebasan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan AS pada dasarnya menciptakan gelembung untuk memungkinkan kapal komersial melintasi selat, dilindungi oleh aset angkatan laut dan udara.",
"title": "5 Alasan AS Hentikan Operasi Epic Fury, Salah Satunya Selat Hormuz Ingin Kembali Normal"
}