{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreiacsunkeenvuwpcna7opysy6n7oc7l6omrczdjwx635il4chgqpb4",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mkk5zh6z6zo2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreia3panh44fkpqlptniwemnoxq2xzxfwfv3esnb5fxkcz6njtu5yba"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 113314
  },
  "path": "/read/1701069/34/darurat-pemerintah-pangkas-bea-masuk-lpg-dan-bahan-baku-plastik-jadi-0-persen-1777359868",
  "publishedAt": "2026-04-28T07:40:57.000Z",
  "site": "https://ekbis.sindonews.com",
  "tags": [
    "Ekonomi Bisnis",
    "Sektor Riil"
  ],
  "textContent": "Menko Airlangga menjelaskan,  pembebasan bea masuk untuk komoditas LPG dan bahan baku plastik diambil sebagai langkah darurat untuk menggantikan nafta, bahan baku utama industri petrokimia.",
  "title": "Darurat, Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen"
}