{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreigpe2vfnmwxu3xtoqwea3vaqh3qsmcmugljee3xmznp2utaymltmq",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mk7hwenqd6b2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreickwr3llbb3zojnousfvx6z3ex22camb7wqcch5wfpalgnxaquhi4"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 105345
},
"path": "/read/1699597/33/indonesia-dan-singapura-beda-pendapat-soal-biaya-tol-di-selat-malaka-singgung-hukum-internasional-1776996241",
"publishedAt": "2026-04-24T02:17:09.000Z",
"site": "https://ekbis.sindonews.com",
"tags": [
"Ekonomi Bisnis",
"Makro"
],
"textContent": "Indonesia dan Singapura menyatakan posisi yang bertolak belakang terkait wacana pengenaan biaya tol atau pungutan bagi kapal yang melintasi Selat Malaka.",
"title": "Indonesia dan Singapura Beda Pendapat Soal Biaya Tol di Selat Malaka, Singgung Hukum Internasional"
}