{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreidg3y4t4nvxpwzb7b2rwjridxbgqiuer7a2l6qx4e3pz4oplw72qm",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mjsi3vv5wko2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreidggny3mzb4qywriy2jupdwoem3vefqesriwbmnsavytkpiw477hu"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 63975
  },
  "path": "/read/1697683/43/perang-iran-vs-as-lebih-mungkin-terjadi-lagi-dibandingkan-negosiasi-ini-4-alasannya-1776513893",
  "publishedAt": "2026-04-18T20:30:30.000Z",
  "site": "https://international.sindonews.com",
  "tags": [
    "International",
    "Timur Tengah"
  ],
  "textContent": "Seorang analis mengatakan bahwa pemberlakuan kembali pembatasan di Selat Hormuz oleh Iran merupakan konsekuensi langsung dari pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat.",
  "title": "Perang Iran Vs AS Lebih Mungkin Terjadi Lagi Dibandingkan Negosiasi, ini 4 Alasannya"
}