{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreieaj6qd6mdspr3p4l4qolibrkejajjnkqvpvpv7jpcdmdgbfvxfg4",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mj6yg555eke2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreici2kdjh4vdlrexvg7jurza3bykh4ivcpscaqjzvm5frjlzltxqta"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 62710
},
"path": "/read/1695211/33/menakar-risiko-besar-menahan-harga-bbm-terlalu-lama-beban-fiskal-makin-berat-1775873086",
"publishedAt": "2026-04-11T02:30:20.000Z",
"site": "https://ekbis.sindonews.com",
"tags": [
"Ekonomi Bisnis",
"Makro"
],
"textContent": "Kebijakan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia dinilai efektif menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka pendek. Namun di balik itu ada risiko besar.",
"title": "Menakar Risiko Besar Menahan Harga BBM Terlalu Lama: Beban Fiskal Makin Berat"
}