{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreiath3rn2xfdxrgxhyvfueboy6ewqozqgd2w5hncds7nloegnrcj34",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mj4om7dpp422"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreih7m4yc6kmgxwcpbd5vx4n4gesgfybe74wrczstopipgmpjedagaa"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 121946
  },
  "path": "/read/1694959/13/alasan-kejagung-tak-jalani-putusan-mk-dalam-menghitung-kerugian-negara-di-kasus-petral-1775801054",
  "publishedAt": "2026-04-10T06:10:15.000Z",
  "site": "https://nasional.sindonews.com",
  "tags": [
    "Nasional",
    "Hukum"
  ],
  "textContent": "Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan masih bakal menggunakan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menentukan kerugian keuangan negara.",
  "title": "Alasan Kejagung Tak Jalani Putusan MK Dalam Menghitung Kerugian Negara di Kasus Petral"
}