{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreih24mttys6fa24cba6a65q42vnzrrlquu5k6zzbdefma5ygqupd7e",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mi5ao2sjxpp2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreihftqguhhpmjuf7vogwrqi4tapys3asrahlc2v7bcioxt7grlc7va"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 58069
},
"path": "/read/1691101/34/kurangi-ketergantungan-bbm-makin-mendesak-insentif-kendaraan-listrik-perlu-diperkuat-1774710227",
"publishedAt": "2026-03-28T15:55:08.000Z",
"site": "https://ekbis.sindonews.com",
"tags": [
"Ekonomi Bisnis",
"Sektor Riil"
],
"textContent": "Ekonom menilai pemerintah perlu kembali memperkuat insentif kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak atau BBM di tengah konflik Timur Tengah.",
"title": "Kurangi Ketergantungan BBM Makin Mendesak, Insentif Kendaraan Listrik Perlu Diperkuat"
}