{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreibpnhoqt5okg3em4ulv4hs6deth5i23ezwbwy5mp6qhuxgxguutfe",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mhqhl2hvlkl2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreievyz2cfj2xgtpyc7zjqud6jnqv2nemc2lr5bpb2nypjrmpeoqqha"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 54246
},
"path": "/read/1689515/43/6-alasan-upaya-paksa-membuka-selat-hormuz-bisa-jadi-bumerang-1774209811",
"publishedAt": "2026-03-23T14:55:55.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Timur Tengah"
],
"textContent": "Saat perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki minggu keempatnya, Selat Hormuz telah menjadi medan pertempuran yang paling kritis dan mudah berubah dalam konflik tersebut.",
"title": "6 Alasan Upaya Paksa Membuka Selat Hormuz Bisa Jadi Bumerang"
}