{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreibczgjn5ngbvn6ouc7hl4cu33y2wutd3lfq7odelsnoxqx3x5ajli",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mh2anr2n4b42"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreieeakk42eog77dee5xpcc4mp5pdjb25ftfdshx2i2lfu5u5mv7y4u"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 82245
  },
  "path": "/read/1687033/43/siapa-yang-paling-untung-besar-dalam-perang-iran-nomor-5-paling-berbahaya-1773482599",
  "publishedAt": "2026-03-14T18:10:10.000Z",
  "site": "https://international.sindonews.com",
  "tags": [
    "International",
    "Timur Tengah"
  ],
  "textContent": "Kapal tanker minyak terhenti di luar Teluk Arab, para pedagang menaikkan penawaran pasokan minyak mentah alternatif, dan kontraktor pertahanan menyiapkan kontrak baru  perang jarang membuat pasar tetap tidak berubah.",
  "title": "Siapa yang Paling Untung Besar dalam Perang Iran? Nomor 5 Paling Berbahaya"
}