{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreih4ysqhw7fooyvcvezx5unmptdfuwjwj6aygaojlw4whokhshwb4u",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mftaxvh4xej2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreihn5dmkqxxay4l7ehbclh66nnrgx7nrptirxygapoyplw3m5g62sm"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 48140
},
"path": "/read/1681455/42/mengerikan-ai-unggulan-kerahkan-senjata-nuklir-dalam-95-simulasi-perang-1772175771",
"publishedAt": "2026-02-27T07:46:55.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Amerika"
],
"textContent": "Model kecerdasan buatan (AI) terkemuka memilih mengerahkan senjata nuklir dalam 95% simulasi krisis geopolitik. Data itu menurut studi baru-baru ini yang diterbitkan King's College London. Temuan itu menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya peran AI dalam pengambilan keputusan militer.",
"title": "Mengerikan, AI Unggulan Kerahkan Senjata Nuklir dalam 95% Simulasi Perang"
}