{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreidrys77tkkrmdr7nhyy5youn3u42l2gwexzmiui5pqi464yzcaohi",
    "uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mflc3z7ryts2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreieqzamim3gw3cpg2eclgljaan7v6fgkenbdh7aklz7len23242ebu"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 16093
  },
  "path": "/read/1680225/18/pengakuan-bersalah-dan-pertanggungjawaban-pidana-dalam-kuhap-2025-1771902141",
  "publishedAt": "2026-02-24T04:01:36.000Z",
  "site": "https://nasional.sindonews.com",
  "tags": [
    "Nasional",
    "Opini"
  ],
  "textContent": "Pengakuan Bersalah (PB) merupakan hal yang baru dalam sistem hukum pidana Indonesia yang berlawanan dengan asas tiada pidana tanpa kesalahan sehngga memerlukan adaptasi terutama bagi advokat, jaksa, dan hakim.",
  "title": "Pengakuan Bersalah dan Pertanggungjawaban Pidana dalam KUHAP 2025"
}