{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreihyyrierznja3ehv7zgjq47rmqnlkkpja7aret33h2naz4cuq234u",
"uri": "at://did:plc:mbdvh7xrsl6i7a5su62s5lwa/app.bsky.feed.post/3mehaj4hevbb2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreiagpqh6vaa6ge6hx45hkleqzkqjc3lwwqnhatqs4cfqcerlrx6ps4"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 119545
},
"path": "/read/1675349/44/intelijen-inggris-dan-prancis-terlibat-pembunuhan-saif-al-islam-gaddafi-ini-3-motifnya-1770642154",
"publishedAt": "2026-02-09T19:20:20.000Z",
"site": "https://international.sindonews.com",
"tags": [
"International",
"Afrika"
],
"textContent": "Jurnalis Inggris Afshin Rattansi mengatakan, Prospek Libya tidak akan baik setelah pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi. Kenapa? Dia mengatakan, Mata-mata Barat terlibat dalam pembunuhan putra Gaddafi.",
"title": "Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya"
}