{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreigtd3eur5pe5ipfdqj44pakvymjswj2nmwbminj2ak2nv6abx52ii",
"uri": "at://did:plc:eskrwciybv3pv2m4s34rimzk/app.bsky.feed.post/3moimupqtxjq2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreidmafjsorahuzuwgujhexgqxblvvmvvk7fsn3nfobcj7bucjemn7u"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 341168
},
"path": "/jateng-terkini/20455/peluang-emas-di-era-ai-anak-muda-indonesia-diajak-ubah-kreativitas-jadi-cuan",
"publishedAt": "2026-06-17T14:15:00.000Z",
"site": "https://jateng.jpnn.com",
"tags": [
"News",
"Jateng Terkini"
],
"textContent": "**jateng.jpnn.com** , SEMARANG - Akses teknologi yang makin luas mendorong generasi muda untuk menguasai keterampilan digital dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, tantangan nyata mengubah akses dan pengetahuan itu masih di depan mata.\n\nUntuk meraih peluang ini, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) berkolaborasi mendukung masyarakat dalam mengubah kreativitas menjadi peluang melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).\n\nMenteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang berakar pada budaya bangsa dan kreativitas masyarakatnya.\n\n\"Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,\" katanya.\n\nMenurutnya, kemitraan ini menjadi contoh penting bagaimana pemerintah dan industri dapat berkolaborasi untuk membekali generasi muda dengan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global.\n\n\"Kami mengundang para kreator di seluruh jaringan Kemenekraf untuk bergabung dalam inisiatif ini dan mengubah ide-ide Indonesia menjadi karya yang berdampak, kekayaan intelektual yang bernilai, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,\" ujarnya.\n\n_President Director and CEO_ IOH Vikram Sinha mengatakan Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah.\n\n\"Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka,\" ujarnya.\n\nDengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, pihaknya ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya.\n\n\"Inilah cara kami memberdayakan Indonesia dan membangun masa depan yang #LebihBaik secara bersama-sama,\" ujarnya.\n\nSementara itu, _President of Creativity & Productivity Business_ Adobe David Wadhwani mengatakan terinspirasi oleh komunitas kreatif Indonesia dan bersemangat untuk membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide-ide mereka menjadi peluang nyata.\n\n\"Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan,\" katanya.\n\nUntuk diketahui, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menunjukkan bahwa meski semakin banyak masyarakat yang terhubung dan memiliki keterampilan digital, masih ada potensi besar untuk menghadirkan dampak yang lebih besar dari tren tersebut. **(ink/jpnn)**",
"title": "Peluang Emas di Era AI, Anak Muda Indonesia Diajak Ubah Kreativitas Jadi Cuan"
}