{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreihc33jrsj4u4avuko6anf6kk3cck3jbcxuaswabue3gmwddu4z5ja",
    "uri": "at://did:plc:eskrwciybv3pv2m4s34rimzk/app.bsky.feed.post/3mnkzvotozji2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreih3x6mhyngnu2qp6ujwzqmc7ncpafdz74zbl4q3vrzmikfe5achji"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 148873
  },
  "path": "/news/dari-hormuz-ke-jakarta-membaca-perang-asiran-dan-implikasinya-bagi-indonesia",
  "publishedAt": "2026-06-05T20:16:00.000Z",
  "site": "https://www.jpnn.com",
  "tags": [
    "News",
    "Opini"
  ],
  "textContent": "**JPNN.com** - Ketika rudal saling meluncur di Timur Tengah, banyak orang Indonesia menganggapnya sebagai peristiwa yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dipandang sebagai konflik regional yang hanya relevan bagi kawasan Timur Tengah.",
  "title": "Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia"
}