{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreicdam7xcw4trwkzwoeagysdvmqoifkoeqlk2cxbu4p4hbgf2vx76e",
    "uri": "at://did:plc:eskrwciybv3pv2m4s34rimzk/app.bsky.feed.post/3mmcdofvxlp52"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreicgkf4fsujrbrrdjxlf4nenyq3iitlpw4w2cgldpnwbgu2u2nmufu"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 249059
  },
  "path": "/kriminal/45784/kepercayaan-di-panggung-berujung-luka-begini-pengakuan-korban-arisan-bodong-di-surabaya",
  "publishedAt": "2026-05-20T15:45:00.000Z",
  "site": "https://jatim.jpnn.com",
  "tags": [
    "News",
    "Kriminal"
  ],
  "textContent": "**jatim.jpnn.com** , SURABAYA - Di panggung dangdut, mereka terbiasa berdiri dengan senyum, menyanyikan kisah orang lain tentang cinta, luka, dan harapan. Tapi kali ini, mereka justru menjadi bagian dari kisah yang paling menyakitkan dalam hidup mereka sendiri.",
  "title": "Kepercayaan di Panggung Berujung Luka, Begini Pengakuan Korban Arisan Bodong di Surabaya"
}