{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreifftw4lkuly3l7mn5k4tasdonml6i2hsa5u5ovvbdj5dc2oqziqv4",
"uri": "at://did:plc:eskrwciybv3pv2m4s34rimzk/app.bsky.feed.post/3mlbj4p6vbfr2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreihz743iuoe3pi3vyd4qfovuabcayt4p64gboxyws5wv6bt3pb5joy"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 279869
},
"path": "/jogja-terkini/13556/pendidikan-orang-tua-dan-akses-pangan-jadi-kunci-tekan-angka-stunting-nasional",
"publishedAt": "2026-05-07T15:10:00.000Z",
"site": "https://jogja.jpnn.com",
"tags": [
"News",
"Jogja Terkini",
"stunting"
],
"textContent": "**jogja.jpnn.com** , YOGYAKARTA - Prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Mengacu pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, angka stunting nasional berada di level 19,8 persen. Angka ini masih cukup jauh dari target ambisius pemerintah yang mematok angka 14,2 persen pada 2029.",
"title": "Pendidikan Orang Tua dan Akses Pangan Jadi Kunci Tekan Angka Stunting Nasional"
}