{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreic6isdwsmydyizb74j7klmhgpjett22faqw3gdg7ugg3wueiokeae",
    "uri": "at://did:plc:eskrwciybv3pv2m4s34rimzk/app.bsky.feed.post/3mjtf42dagxe2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreigze75u5npjaf5hrnlmeypyi2pvhczrgskenh44g2iju3qi32avyi"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 356284
  },
  "path": "/jateng-terkini/19945/tak-hanya-di-jakarta-ikan-sapu-sapu-juga-banyak-di-sungai-semarang",
  "publishedAt": "2026-04-19T06:38:00.000Z",
  "site": "https://jateng.jpnn.com",
  "tags": [
    "News",
    "Jateng Terkini",
    "ikan sapu-sapu"
  ],
  "textContent": "**jateng.jpnn.com** , SEMARANG - Tak hanya di Jakarta, ikan sapu-sapu juga banyak ditemukan di sungai Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun, Semarang belum membasmi spesies invasif itu seperti yang sudah digalakkan di ibu kota negara.\n\nIkan bernama latin Hypostomus plecostomus itu diketahui memakan telur ikan lain, terutama spesies endemik. Akibatnya, populasi ikan lokal menjadi sulit berkembang dan terancam menurun.\n\nWarga Semarang Utara, Nor Rachman mengaku resah dengan populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat di berbagai aliran sungai. Menurutnya, jika dibiarkan, spesies invasif itu berpotensi mengancam keberlangsungan ikan lokal.\n\nRachman yang juga hobi memancing mengaku kerap menemukan ikan sapu-sapu saat hendak melempar kail. Dia menyebut, ikan tersebut banyak dijumpai di sungai sekitar Jalan Merak, Jalan Ronggowarsito, hingga kawasan Kaligawe.\n\n“Kalau melihat kondisi di sini, tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Ikan sapu-sapu berkembang biak dan ini menjadi ancaman bagi ekosistem,” kata Rachman, Minggu (19/4).\n\nDia menilai langkah pembasmian ikan sapu-sapu yang viral di Jakarta dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain. Selain mengendalikan populasi, gerakan tersebut juga dinilai sebagai bentuk edukasi lingkungan bagi masyarakat.\n\n“Percuma jika menebar ikan lokal, tetapi ikan sapu-sapunya masih ada. Telur-telur ikan akan habis dimakan sehingga tidak bisa berkembang,” ujar pria yang akrab disapa Rachman Polalo itu.\n\nRachman berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengecek kondisi sungai-sungai di Ibu Kota Jawa Tengah.\n\nIkan yang berasal dari Amerika Selatan itu biasanya bersembunyi di lubang-lubang di dasar sungai dan aktif pada malam hari.\n\n“Kalau disorot senter saat malam, jumlahnya terlihat banyak. Ukurannya juga besar, ada yang mencapai 30 hingga 40 sentimeter,” ujarnya.\n\nSeperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memasifkan penangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah sungai. Gubernur Pramono Anung bersama Pangdam Jayakarta Deddy Suryadi turut terlibat dalam upaya tersebut.\n\nGerakan pembasmian ikan sapu-sapu itu turut dipopulerkan oleh konten kreator Arief Kamarudin yang kerap membagikan aksinya di media sosial. **(ink/jpnn)**",
  "title": "Tak Hanya di Jakarta, Ikan Sapu-Sapu Juga Banyak di Sungai Semarang"
}