{
"$type": "site.standard.document",
"bskyPostRef": {
"cid": "bafyreic6hcnmjxjaijmgb2oojevz2m5cqrrqmkdw5frz4klhoy33ohsdmu",
"uri": "at://did:plc:4hq3euw57ktxn322snkibwjw/app.bsky.feed.post/3mjjgyszhcxd2"
},
"coverImage": {
"$type": "blob",
"ref": {
"$link": "bafkreiculhadqxmhsuofn5jumlluirgkbltufmlitaxs6lfpoll7v2x2by"
},
"mimeType": "image/jpeg",
"size": 15423
},
"path": "/read/2026/04/15/340/3212604/hidup-sebatang-kara-di-gubuk-reyot-aleg-perindo-dorong-perhatian-untuk-lansia-di-lobar",
"publishedAt": "2026-04-15T07:31:54.000Z",
"site": "https://news.okezone.com",
"tags": [
"Nusantara"
],
"textContent": "Ketimpangan sosial di tingkat akar rumput masih menjadi tantangan dalam pembangunan daerah. Di tengah upaya mendorong kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat, masih terdapat warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem tanpa akses perlindungan sosial yang memadai.",
"title": "Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Aleg Perindo Dorong Perhatian untuk Lansia di Lobar"
}