{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreifjy3fvpromwgytudxof4lc2ujw243jak5n7xqeqwzotfqlbtdr6i",
    "uri": "at://did:plc:4hq3euw57ktxn322snkibwjw/app.bsky.feed.post/3mhvgxwqkmmx2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreibbfdvxsevzm5sscwesnnv3psmiedgul73fngnn7c4iun7ds6pq5e"
    },
    "mimeType": "image/jpeg",
    "size": 15340
  },
  "path": "/read/2026/03/25/320/3208783/berawal-dari-live-tiktok-purbaya-kaji-pajak-tambahan-untuk-barang-china",
  "publishedAt": "2026-03-25T15:09:31.000Z",
  "site": "https://economy.okezone.com",
  "tags": [
    "Hot Issue"
  ],
  "textContent": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk menerapkan kebijakan pajak tambahan terhadap produk-produk asal China yang membanjiri platform e-commerce seperti Tokopedia hingga TikTok Shop. Langkah ini dipertimbangkan guna merespons keluhan pelaku usaha dalam negeri yang kian terhimpit oleh dominasi barang impor murah.",
  "title": "Berawal dari Live TikTok, Purbaya Kaji Pajak Tambahan untuk Barang China"
}