{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreiecn7ao6afeopuyu6yqpxuoa4debd4pitx32obwpp4lhenij34owu",
    "uri": "at://did:plc:444x2k5kuzehahiymrt6qylw/app.bsky.feed.post/3mk4ztkndkkk2"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreiezi35syskfdm426t5rrmawihlp6roqosagac6wigqshsmleb4dae"
    },
    "mimeType": "image/webp",
    "size": 12358
  },
  "path": "/gaya-hidup-yang-terlalu-rasional-hingga-kehilangan-rasa/",
  "publishedAt": "2026-04-23T01:45:37.000Z",
  "site": "https://kubus.id",
  "tags": [
    "Gaya Hidup",
    "generasi muda",
    "kesehatan mental",
    "logika dan perasaan",
    "makna hidup",
    "quarter life crisis",
    "self awareness"
  ],
  "textContent": "KUBUS.ID – Kita hidup di zaman yang sangat mengutamakan logika. Semua harus masuk akal.Semua harus efisien.Semua harus punya alasan yang jelas. Keputusan diukur dengan data.Langkah dipertimbangkan dengan matang. Namun tanpa disadari, semakin rasional cara kita hidup, semakin kita menjauh dari satu hal yang juga penting: rasa. Hidup yang Selalu Dipikirkan, Bukan Dirasakan Kita terbiasa menganalisis. […]",
  "title": "Gaya Hidup yang Terlalu Rasional Hingga Kehilangan Rasa"
}