{
  "$type": "site.standard.document",
  "bskyPostRef": {
    "cid": "bafyreig2xwzc2uhdvbw45qo67wmh6svxcaesv6hdhhkugxg5u63hz3mvfm",
    "uri": "at://did:plc:444x2k5kuzehahiymrt6qylw/app.bsky.feed.post/3mgehrc2eao42"
  },
  "coverImage": {
    "$type": "blob",
    "ref": {
      "$link": "bafkreifuikd6ksuq3l75rwzfcayrcufscysj2bedgc5yke3w4ubsaysobe"
    },
    "mimeType": "image/webp",
    "size": 21996
  },
  "path": "/ketika-malam-terasa-lebih-hidup-2/",
  "publishedAt": "2026-03-06T03:32:34.000Z",
  "site": "https://kubus.id",
  "tags": [
    "Gaya Hidup",
    "keheningan malam Ramadan",
    "makna tarawih",
    "malam Ramadan",
    "refleksi malam bulan puasa",
    "spiritualitas Ramadan"
  ],
  "textContent": "KUBUS.ID – Ramadan mengubah ritme harian. Jika di bulan lain malam identik dengan istirahat, di bulan ini malam justru terasa hidup. Tarawih, tadarus, doa panjang, hingga percakapan hangat selepas ibadah menjadi warna tersendiri. Ada suasana berbeda yang sulit dijelaskan. Keheningan malam Ramadan terasa lebih dalam, lebih reflektif, dan lebih intim. Mengapa malam Ramadan terasa istimewa? […]",
  "title": "Ketika Malam Terasa Lebih Hidup"
}